KUA Kedungbanteng
Jl.Raya Kedungbanteng No.376 Kecamatan Kedungbanteng Kode Pos 53152 Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Republik Indonesia
Jl.Raya Kedungbanteng No.376 Kecamatan Kedungbanteng Kode Pos 53152 Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Republik Indonesia
Kami hadir untuk memberikan layanan terbaik dalam urusan informasi layanan keagamaan. Dengan memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan.
ProfilInformasi lengkap terkait pendaftaran nikah, syarat atau dokumen yang diperlukan dalam pernikahan, alur pendaftaran nikah, syarat dan alur mengurus surat rekomendasi nikah, syarat dan alur duplikat buku nikah rusak atau hilang, syarat dan alur legalisir buku nikah dan lain-lain.
Klik untuk lanjutInformasi jadwal pernikahan KUA Kedungbanteng dan kehendak nikah.
Klik untuk lanjutCara mendaftar nikah online melalui website SIMKAH Kemanag.
Klik untuk lanjutTerkait informasi lebih lanjut bisa menghubungi di akun media sosial kami
Klik untuk lanjut![]() |
| Halaman Masjid Nur Ikhsan |
Kedungbanteng, Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan penyuluhan agama yang telah dilakukan sebelumnya, warga Muhammadiyah Desa Beji, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, baru-baru ini melaksanakan prosesi pemotretan ikrar wakaf tanah yang dimiliki oleh Ibu Emi Martuti. Tanah tersebut telah diwakafkan untuk pembangunan Masjid Nur Ikhsan yang kini telah berdiri kokoh dan menjadi sarana tempat ibadah bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat setempat.
Masjid Nurul Hasan telah menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat Desa Beji. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas spiritual dan sosial masyarakat. Dengan adanya masjid ini, masyarakat Desa Beji dapat lebih mudah melaksanakan kegiatan keagamaan dan sosial, serta dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap agama dan masyarakat.
Penyuluh agama setempat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ibu Emi Martuti dan keluarga atas keikhlasannya dalam mewakafkan tanah untuk kemaslahatan umat. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli dan berkontribusi dalam pembangunan sarana keagamaan dan sosial," ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, warga Muhammadiyah Desa Beji semakin bersemangat dalam memakmurkan Masjid Nur Ikhsan. Semoga wakaf tanah ini dapat membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat Muhammadiyah dan masyarakat Desa Beji secara keseluruhan. -Dars-
![]() |
| E-Book Panduan Layanan Pernikahan |
Kedungbanteng, Menjawab kebingungan dan pertanyaan yang kerap dihadapi masyarakat terkait
administrasi pernikahan, sebuah terobosan digital berupa E-Book "Panduan
Layanan Pernikahan" kini telah resmi dirilis. Peluncuran panduan ini
bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas, akurat, dan mudah diakses bagi
siapa saja yang membutuhkan layanan di Kantor Urusan Agama (KUA).
Selama ini, banyak calon pengantin dan masyarakat umum yang merasa bingung saat dihadapkan pada berbagai prosedur. Pertanyaan seperti, "Bingung cara daftar nikah?", “Bingung syarat daftar nikah?”, "Bingung mengurus surat rekomendasi nikah?", "Bingung duplikat buku nikah rusak atau hilang?", "Bingung legalisir buku nikah", hingga “Bingung ubah data buku nikah dan lain-lain?" sering kali terdengar. E-Book Panduan Layanan Pernikahan ini hadir sebagai solusi komprehensif. Panduan ini dirancang untuk menjawab semua kebingungan tersebut dengan menyajikan alur prosedur yang ringkas dan langkah demi langkah yang praktis.
Masyarakat tidak perlu lagi ragu atau khawatir akan prosedur yang rumit. Panduan digital ini dapat diakses secara gratis dan instan. Untuk mendapatkan E-Book ini, masyarakat dapat langsung mengklik link yang ada di bio akun resmi media sosial (https://linktr.ee/kuakedungbanteng), dengan memindai (scan) barcode yang telah tersedia di berbagai materi publikasi dan di kantor layanan atau dengan mengunjugi link ini https://heyzine.com/flip-book/106acd66fd.html Dengan diluncurkannya E-Book ini, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang kebingungan dalam mengurus administrasi pernikahan sehingga proses yang sakral dapat berjalan dengan lebih lancar, efisien, dan membahagiakan. -Mamas-
![]() |
| Masyarakat Desa Melung |
Kedungbanteng, 2 Oktober 2025 – Dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an di kalangan masyarakat, khususnya ibu-ibu usia menengah ke atas di wilayah Desa Melung, Imam Hatim (Penyuluh Agama Islam) membentuk kelompok belajar Al-Qur’an. Kegiatan ini disambut antusias oleh warga dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi keagamaan di tingkat akar rumput.
![]() |
| Imam Hatim - PAI Kedungbanteng |
Kelompok belajar ini dibentuk atas kepedulian Imam Hatim terhadap masih banyaknya masyarakat, khususnya para ibu, yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dengan pendekatan yang ramah dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan peserta, kelompok ini diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan spiritual sekaligus sosial.
![]() |
| Rifqoh - PAI Kedungbanteng |
“Kami melihat bahwa ibu-ibu di usia 40 tahun ke atas memiliki semangat belajar yang luar biasa, hanya saja mereka butuh ruang yang nyaman dan pembinaan yang sabar. Maka dari itu, kami bentuk kelompok belajar ini sebagai bagian dari dakwah pemberdayaan,” ujar Imam Hatim, penyuluh agama sekaligus pembina program.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis dengan sistem belajar berkelompok kecil agar pembinaan lebih efektif dan personal.
Para peserta mengaku senang dan termotivasi mengikuti kegiatan ini. Salah satu peserta, Ibu Disem (56), mengatakan bahwa dirinya sudah lama ingin bisa membaca Al-Qur’an, namun baru kali ini merasa percaya diri untuk belajar karena suasananya yang mendukung dan penuh kekeluargaan.
![]() |
| Slamet Riyadi - PAI Kedungbanteng |
Program ini juga mendapatkan dukungan dari Kantor Urusan Agama setempat serta tokoh masyarakat, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari peran strategis penyuluh agama dalam membina umat.
![]() |
| Masyarakat Desa Melung |
Dengan terbentuknya kelompok belajar ini, diharapkan ke depan makin banyak masyarakat yang melek huruf Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin bisa semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari. ~hatim
![]() |
| Halaman KUA Kedungbanteng |
Kedungbanteng, 19 September 2025 – Kementerian Agama Republik Indonesia terus berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman melalui program ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, Indah). Program ini diwujudkan secara serentak di berbagai satuan kerja di bawah Kementerian Agama, termasuk di KUA Kecamatan Kedungbanteng.
Kegiatan dilaksanakan pada Jum’at, 19 September 2025, diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Kedungbanteng, Bapak Yudhi Bachtiar TP, S.H. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih, sehat, dan nyaman sehingga pelayanan publik dapat berjalan optimal.
Baca Juga : Rapat KUA Kedungbanteng: Langkah Nyata Wujudkan ASRI di Pelayanan Publik
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama yang diikuti oleh seluruh pegawai. Suasana penuh semangat tampak dari kebersamaan para peserta dalam menjaga kebugaran jasmani. Setelah itu, dilakukan aksi bersih-bersih lingkungan kantor, baik di luar maupun di dalam ruangan.
Melalui kegiatan ini, KUA Kedungbanteng bertekad untuk menciptakan ruang pelayanan yang lebih nyaman, aman, sejuk, rindang, dan menyehatkan, sehingga masyarakat yang datang tidak hanya mendapatkan pelayanan yang baik, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang mendukung kenyamanan.
Baca Selengkapnya : Teladani Disiplin Rasulullah dalam Kehidupan :KUA Kedungbanteng Peringati Maulid Nabi SAW
Program ASRI diharapkan menjadi budaya kerja berkelanjutan di lingkungan Kementerian Agama, bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (insf)
![]() |
| Rapat KUA Kedungbanteng |
Kedungbanteng, 17 September 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungbanteng menggelar rapat pegawai pada Rabu (17/9) bersama Kepala KUA Kecamatan Kedungbanteng, Bapak Yudhi Bachtiar TP, SH.
Rapat ini difokuskan pada pembahasan persiapan tindak lanjut program ASRI (Aman, Sejuk, Rindang, dan Indah) yang merupakan salah satu program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia. Program ASRI bertujuan menciptakan lingkungan kerja dan layanan KUA yang ramah, nyaman, serta berwawasan lingkungan.
![]() |
| Arahan Kepala KUA |
Dalam arahannya, Bapak Yudhi Bachtiar TP, SH. menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama seluruh pegawai KUA dalam merealisasikan program ini. “ASRI bukan hanya soal lingkungan fisik yang tertata, tetapi juga mencerminkan semangat pelayanan yang menenangkan dan menenteramkan masyarakat,” ujarnya.
![]() |
| Kepala KUA & Staff |
Rapat menghasilkan beberapa kesepakatan terkait langkah nyata, di antaranya penataan halaman KUA, penghijauan lingkungan dengan tanaman produktif, serta peningkatan kenyamanan ruang pelayanan masyarakat.
Melalui tindak lanjut program ASRI ini, KUA Kedungbanteng berharap dapat menjadi percontohan dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih humanis, ramah lingkungan, dan menyejukkan hati masyarakat. (Insif)
Kedungbanteng, Senin 15 September 2025 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen refleksi spiritual dan peningkatan etos kerja. Acara ini dihadiri oleh seluruh pegawai KUA Kedungbanteng dan berlangsung dengan khidmat.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Latif Abdullah menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam setiap aspek kehidupan, khususnya dalam lingkungan kerja. "Nabi adalah teladan terbaik dalam kejujuran, kedisiplinan, dan kepedulian. Akhlak beliau harus menjadi pijakan kita dalam bekerja, baik di kantor maupun di luar," tuturnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kedungbanteng, Yudhy Bachtiar Tri Putro, menyampaikan harapannya agar peringatan Maulid ini tidak sekadar seremonial, melainkan mampu menginspirasi seluruh pegawai dan jamaah untuk lebih menghayati serta mengamalkan sunnah Rasulullah SAW.
“Momentum ini semoga menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam sikap dan tindakan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan penuh harapan bahwa semangat Maulid Nabi Muhammad SAW akan terus menyala dalam setiap langkah pengabdian pegawai KUA Kedungbanteng. _(Slem)_
![]() |
| Halaman KUA Kedungbanteng |
![]() |
| Penceramah |
Banyumas – Kantor Urusan Agama (KUA) Kedungbanteng menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Manasik Haji lantai dua, Senin (15/09). Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna tersebut menghadirkan Abdul Latif, Penyuluh Agama Islam KUA Kedungbanteng, sebagai pembicara utama.
![]() |
| Pembacaan Maulid Al-Barzanzi |
Peringatan kali ini mengusung tema “Aktualisasi Disiplin sebagai Wujud Meneladani Akhlak Rasulullah SAW” yang dianggap sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Kegiatan diawali dengan pembacaan Diba Barzanji oleh seluruh pegawai KUA Kedungbanteng, yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus sarat nilai spiritualitas. Lantunan syair pujian kepada Rasulullah menjadi pembuka yang tepat untuk mengenang keteladanan beliau.
![]() |
| Staff & Penyuluh Agama Islam |
Dalam tausiyahnya, Abdul Latif menekankan pentingnya menanamkan dan mengamalkan nilai kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, disiplin tidak hanya sebatas ketepatan waktu, tetapi juga konsistensi dalam menjaga perilaku dan menjalankan nilai-nilai kebaikan sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
![]() |
| Kepala KUA & Penyuluh Agama Islam |
Kepala KUA Kedungbanteng, Yudi Bachtiar Tri Putro, berharap peringatan Maulid Nabi ini dapat menginspirasi seluruh pegawai maupun jamaah agar semakin menghayati dan mengamalkan sunnah Rasulullah, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
![]() |
| Pembacaan Maulid |
Acara yang dihadiri pegawai KUA serta perwakilan P3N tersebut berjalan tertib, khidmat, dan penuh semangat ukhuwah islamiyah. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di KUA Kedungbanteng diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memperkuat komitmen dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. (eLBab)
sumber : Kemenag Banyumas
![]() |
| Aula Kankemenag Banyumas |
Rapat dihadiri oleh Kasubbag TU, para Kepala Seksi, Gara, Analis Kebijakan, Analis Kepegawaian, serta Humas. Dalam SE tersebut disebutkan bahwa setiap calon pengantin diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum pelaksanaan akad nikah di Puskesmas.
Hasil pembahasan menyepakati adanya sinergi antara Kemenag dan Pemkab Banyumas untuk menyosialisasikan kebijakan ini kepada masyarakat. Sosialisasi akan dilakukan secara menyeluruh, melibatkan Pemkab, penyuluh agama, pihak Puskesmas, kecamatan, hingga desa.
Pemkab Banyumas bertugas menyampaikan sosialisasi ke seluruh kecamatan dan desa, sementara desa akan meneruskan informasi kepada warganya. Di sisi lain, Kemenag akan menggerakkan para penyuluh agama agar terjun langsung ke masyarakat melalui berbagai program pembinaan.
“Kami di Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mendukung penuh kebijakan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan berkualitas. Pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin sangat penting untuk mencegah potensi risiko kesehatan dalam rumah tangga ke depan,” jelas Ibnu Asaddudin.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Kemenag untuk bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi sosialisasi. “Ini bukan hanya persoalan administrasi pernikahan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi yang akan lahir dari pasangan suami istri,” tambahnya.
Dalam pertemuan ini juga ditegaskan bahwa biaya pemeriksaan kesehatan calon pengantin tidak termasuk dalam persyaratan resmi pernikahan yang diatur Kemenag. Biaya tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemkab Banyumas sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Selain membahas SE Catin, rapat juga menyinggung persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang akan segera digelar. Kemenag Banyumas menyatakan siap mendukung penuh kegiatan tersebut, termasuk menanggung biaya seragam kontingen peserta dari Kabupaten Banyumas.
Melalui kerja sama ini, diharapkan kebijakan skrining kesehatan bagi calon pengantin dapat berjalan optimal. Lebih dari itu, masyarakat juga semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kesehatan sebelum membangun rumah tangga, demi terciptanya keluarga yang sehat dan generasi yang berkualitas.
Sumber artikel : Kemenag Banyumas
Pernikahan yang hebat bukanlah ketika "pasangan sempurna" bersatu. Melainkan ketika pasangan yang tidak sempurna belajar menikmati perbedaan mereka.
Wakaf bukanlah melepaskan kepemilikan, melainkan mengabadikan manfaat harta kita untuk umat.
Kantor Urusan Agama: Menjembatani Niat Suci, Melayani Sepenuh Hati.
Jl. Raya Kedungbanteng No.376, Dusun II, Kedungbanteng, Kec. Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53152
Senin – Kamis (07:30 - 16:00)
Jumat (07:30 - 16:30)
Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional (Libur)
(0281) 6840430 dan +62851-3596-5020
Copyright 2015 KUA Kedungbanteng | Designed By Free Blogger Templates